Layover (menginap di kota tujuan) adalah hal yang sangat menyenangkan bagi para cabin crew. Betapa tidak, inilah saat dimana kami bisa mengunjungi daerah-daerah wisata dan jika beruntung bisa berbelanja dan membeli oleh-oleh produk khas daerah tertentu. Layover pertama saya yaitu ke Dar Es Salam, Tanzania. Meskipun bukan salah satu kota besar dunia, saya tetap merasa exited karena ini adalah pengalaman pertama saya menginap di kota tujuan. Beberapa kolega mengingatkan kalau disana saya harus berhati-hati karena bagaimanapun Africa terkenal dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. Seorang SFS (Senior Flight Attendant) mengingatkan kami para cabin crew untuk tetap di hotel agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. Tetapi saya dan seorang teman dari Serbia merasa penasaran dan ingin melihat-lihat di sekitaran hotel, sebab ini adalah perjalanan layover pertama dia juga.
Ketika SFS mengingatkan saya untuk berhati-hati, saya menimpali "I'll be fine, I've been living in Indonesia for 24 years and i survived, so i"ll survived in Africa." Hahaha.. bukannya nyeleneh, tetapi orang-orang Eropa dan America tampaknya terlalu khawatir dengan kriminalitas di negara dunia ketiga. Memang betul kita harus berhati-hati dan mawas diri, tetapi saya yakin tidak semua penduduk dunia ketiga merupakan kriminal. Yang terpentin adalah kita bisa bersikap sopan sekaligus asertif dan waspada dimanapun kita berada, even itu di US sekalipun.
Akhirnya kami keluar dari hotel dan berjalan-jalan sebentar hanya ingin melihat bagaimana penduduk setempat menjalani kehidupan sehari-harinya. Kami berniat ke tarditional market untuk membeli souvenir, tetapi ternyata cukup jauh dari hotel dan kami memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat di swimming pool. Sepanjang perjalanan para penduduk ramah menyapa dan seorang wanita lokal menunjukkan arah pasar pada kami dengan ramah, Namun juga ditemui beberapa anak yang mengemis, mengingatkan saya pada Jakarta. Yah, begitulah pemandangan yang lazim di negara yang masih berkembang.
Beruntung saya stay di Kilimanjaro Kempinski Hotel, hotel yang sangat bagus dengan pemandangan yang indah. Dari kamar saya, dapat dilihat pemandangan harbor dan menjadi sangat cantik dipandang ketika malam. Saya sempat mengabadikan pemandangan sore harinya.
Hotel ini sangat saya rekomendasikan bagi Anda yang ingin berkunjung dan berlibur ke Tanzania. Yang sangat saya suka dalah kamar mandinya, hanya dipisahkan oleh partisi dari kaca dengan ruang tidur. Jadi kita bisa berendam di bath tub sambil melihat pemandangan ini.
Swimming pool-nya juga sangat bagus, kalaupun tidak berenang, bisa bersantai membaca buku atau mendengarkan musik sambil bersantai by the pool.
Bicara tentang alam di Africa, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Asia. Saya merasa seperti di daerah Anyer, Banten. Ketika itu juga sedang agak mendung. Anyway, saya betul-betul senang dengan hotel ini. Di malam hari, kita bisa bersantai di resto outdoor-nya, bershisha dan memesan berbagai jenis minuman, dari kopi sampai wine.
Tetapi hati-hati, saking asyiknya duduk-duduk disini, sampai-sampai saya tidak sadar mendapatkan gigitan nyamuk banyak sekali. Saya sarankan sebelum bersantai disini baiknya mengoleskan lotion anti-nyamuk di daerah kaki dan tangan agar tidak tergigit nyamuk, sebab bekas gigitannya masih bertahan sampai 3 hari!
Ya, mungkin badan saya tidak terbiasa dengan gigitan nyamuk Africa. hehehe..
Seperti inilah salah satu bangunan milik pemerintah di Dar Er Salam, Tanzania. Ini adalah pengadilan daerah tersebut. Bangunan-bangunan disini tidak memiliki ciri khas tertentu, seperti halnya bangunan yang ditemui di Indonesia dan negara-negara iklim tropis lainnya. Seperti inilah Tanzania.


No comments:
Post a Comment