It's been almost 3 months in Dubai. Menjalani profesi baru menjadi cabin crew di Emirates Airline, salah satu airline terbaik di dunia,bisa dibilang mimpi yang menjadi kenyataan. Semenjak kecil, saya selalu bermimpi untuk bisa mengelilingi dunia. Bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara, berteman dan mempelajari budaya mereka serta tentu saja mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah saya singgahi sebelumnya akan menjadi pengalaman yang luar biasa dalam hidup saya.
Lahir dan besar di negara Indonesia yang terdiri dari 33 provinsi dan memiliki banyak sekali suku bangsa dan bahasa menjadi bekal saya menjalani kehidupan baru disini. Dubai, salah satu emirate di United Arab Emirates (UAE) ternyata adalah kota yang begitu ragam dengan kebangsaan. Sehingga tidak sulit untuk saya bisa beradaptasi dengan perbedaan. Penduduk di kota hampir 80%-nya adalah pendatang dan sisanya adalah penduduk lokal yang beragama Islam. Bersyukur pertama tiba di akomodasi yang disediakan perusahaan di daerah Al-Nahda II, terdapat sebuah mesjid besar berlokasi sekitar 50 meter dari tempat tinggal, sehingga saya bisa mendengar adzan 5 kali dalam sehari, membuat hati nyaman dan merasa seperti di rumah
Dubai adalah surga belanja. Mall-mall besar dan megah dengan tenant-tenant berkelas dari seluruh dunia ada disini. Favorit saya adalah Dubai Mall dan Mall of Emirates. Dubai Mall tentu menjadi kegemaran untuk didatangi karena pertunjukan Dubai Fountain yang luar biasa indah, which happens to be the biggest fountain in the world, so far.
Dubai Fountain ini bisa disaksikan setiap hari mulai pukul 7 malam.Dari sini juga kita bisa melihat pemandangan gedung-gedung pencakar langit dan the famous Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia yang terdiri dari 800an lantai.
Daerah yang paling terkenal di Dubai adalah Jumeirah dan Marina. Ada sebuah mesjid yang terkenal karena menjadi pusat kajian budaya Islamm yaitu Mesjid Jumeirah. Para pendatang biasanya diajak tour ke mesjid ini untuk diberi pengetahuan dan gambaran basic mengenai Islam dan Arab culture. Tidak terlalu sulit bagi saya untuk menyesuaikan diri dengan lifestyle penduduk lokal Dubai, sebab saya adalah seorang Muslim dan berasal dari Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia. Perbedaan yang signifikan hanya mungkin pada pakaian Muslim yang dikenakan. Di UAE, wanita Muslim mengenakan Abaya, pakaian terusan seperti gamis berwarna hitam, dan pria Muslim mengenakan Dishdash, pakaian terusan berwarna putih dan dikepalanya dililitkan sorban. Hal ini diakui penduduk UAE bukanlah syariat Islam, melainkan budaya masyarakat setempat, sebagai tindakan logis karena suhu udara yang panas, dan pakaian tersebut dinilai dapat membuat nyaman yang mengenakannya.
Tempat tinggal saya memang cukup jauh dari pusat kota, di perbatasan Dubai dan Sharjah (salah satu emirate di UAE). Namun transportasi disini sangat memadai sehingga tidak sulit untuk bepergian. Saya biasa menggunakan jasa transportasi perusahaan sampai ke Head Quarters (HQ) lalu melanjutkan dengan menggunakan jasa Dubai Metro (monorail) cukup dengan mengisi ulang kartu elektronik sebagai alat pembayaran (tiket). Harganya sangat rasional dan fasilitasnya sungguh modern dan jika dibandingkan dengan KRL di Jakarta sungguh berbeda jauh. Dubai betul-betul dirancang untuk menjadi The 21st Century City.
Hal yang menjadi perhatian saya adalah dengan kecanggihan teknologi dan sebagainya, Dubai tetap menghargai sejarahnya. Sungguh patut dicontoh oleh Indonesia. Kunjungan pertama saya begitu tiba di Dubai adalah Dubai Museum. Musem yang apik dan menarik ini dapat memberikan kita gambaran dan informasi mengenai bagaimana kota ini terbentuk dan berdiri dengan megahnya hingga hari ini.
Inilah saya bersama dua orang teman yang juga berasal dari Indonesia. Kami begitu menikmati tour ke Dubai Museum ini, sungguh pengalaman yang menyenangkan. Dan tentu saja tak lupa kami diperkenalkan pada bangunan yang menjadi landmark kota Dubai, Burj Al-Arab.







Adisty, salam kenal ya. Saya nemu blog ini waktu cari2 referensi tempat apa di Dubai yang paling layak divisit dalam waktu kunjungan yg singkat. Any suggestion? :)
ReplyDelete